Ekonomi Demak 2025: Tumbuh Kuat, UMKM Menguat, Tantangan Tetap Dijaga
Pertumbuhan Ekonomi Stabil, Industri Jadi Penggerak Utama
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kabupaten Demak tumbuh 5,06 persen secara year-on-year (YoY). Capaian ini ditopang kuat oleh sektor industri pengolahan yang menyumbang 31,66 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Dominasi industri pengolahan menegaskan posisi Demak sebagai wilayah dengan potensi hilirisasi yang besar, khususnya industri berbasis pangan dan manufaktur skala menengah.
UMKM sebagai Pilar Ekonomi Daerah
Pemerintah Kabupaten Demak terus mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Berbagai program diarahkan pada:
- Pelatihan inovasi produk
- Penguatan branding dan pemasaran digital
- Perluasan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis NIB dan PIRT
Langkah ini membuka peluang UMKM Demak untuk naik kelas dan menembus pasar nasional hingga global, terutama untuk produk makanan tradisional yang memiliki kekhasan lokal.
Penyerapan Tenaga Kerja dan Penurunan Pengangguran
Upaya perluasan lapangan kerja terus dilakukan. Job Fair 2025 menyediakan 1.811 lowongan kerja dari 30 perusahaan, menjadi salah satu instrumen strategis menekan tingkat pengangguran terbuka yang berada di angka 4,75 persen atau sekitar 33 ribu orang dari total 695.174 angkatan kerja.
Ke depan, Pemkab menargetkan penurunan pengangguran muda hingga 4,4 persen, seiring peningkatan kualitas SDM dan link and match dunia usaha–dunia kerja.
Inflasi Terkendali, Daya Beli Dijaga
Di sisi harga, inflasi Jawa Tengah pada Januari tercatat 1,28 persen YoY, sementara Februari mengalami deflasi 0,08 persen. Meski demikian, harga pangan masih fluktuatif. Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemkab Demak menggelar gerakan pangan murah, salah satunya dengan menjual beras Rp57.500 per 5 kilogram.
Kenaikan UMK 2026 dan Tantangan ke Depan
Sebagai bentuk perlindungan pekerja, UMK Demak 2026 ditetapkan naik 6,19 persen menjadi Rp3.122.805, melalui mekanisme voting dengan alfa 0,7 dan UMSK 0,8. Kebijakan ini diharapkan menjaga keseimbangan antara kesejahteraan pekerja dan keberlanjutan usaha.
Namun demikian, tantangan masih ada, terutama kebutuhan permodalan murah bagi UMKM dan akses pemasaran global agar potensi ekonomi lokal dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan.
Optimisme Menuju Ekonomi Inklusif
Dengan fondasi industri yang kuat, UMKM yang terus berkembang, serta kebijakan pro-pekerja dan pengendalian inflasi, Kabupaten Demak berada pada jalur yang tepat menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
---



0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda